Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) PSDKU Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa sosialisasi penerapan metode FIFO (First In, First Out)
Published on: 11 Nov 2025

BERITA
Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Pamulang (Unpam) PSDKU
Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berupa
sosialisasi penerapan metode FIFO (First In, First Out) bagi pelaku Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Purut, Kecamatan Curug, Kota Serang,
pada 14 Oktober 2025.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku UMKM
terhadap pengelolaan persediaan barang dan pencatatan akuntansi sederhana agar
usaha lebih efisien dan profesional.
Ketua pelaksana kegiatan,
Retno Ajeng Wijayanti,menjelaskan bahwa kegiatan ini berangkat dari
permasalahan umum yang dihadapi UMKM di Desa Purut, yaitu masih rendahnya
kemampuan dalam mengatur stok barang dan mencatat transaksi secara sistematis.
“Melalui sosialisasi ini,
kami memperkenalkan metode FIFO sebagai cara sederhana untuk mengatur stok agar
tidak menumpuk dan menghindari kerugian akibat barang rusak atau kedaluwarsa,”
ujar Retno.
Metode FIFO merupakan konsep akuntansi dalam
manajemen persediaan, dimana barang yang pertama kali masuk harus dijual atau
digunakan lebih dahulu. Dalam sosialisasi tersebut, tim mahasiswa
memberikan penjelasan dengan contoh sederhana yang mudah dipahami, seperti
pengelolaan bahan makanan, minuman, dan produk harian yang sering dijual oleh
UMKM lokal.Peserta diajak untuk memahami bagaimana pencatatan keluar-masuk
barang bisa dilakukan secara manual menggunakan tabel sederhana tanpa perlu
sistem digital yang rumit. Sosialisasi yang digelar di Desa Purut ini mendapat sambutan
positif dari masyarakat. Para peserta terlihat antusias mengikuti sesi diskusi
dantanya jawab.Banyak di antara mereka yang baru memahami bahwa pencatatan stok
yang rapi dapat membantu menekan kerugian dan meningkatkan keuntungan usaha.
“Kami biasanya hanya
mencatat pembelian dan penjualan di buku biasa. Setelah dijelaskan tentang
FIFO, kami jadi tahu cara mencatat stok dengan urutan masuk barang,” ujar salah
satu peserta UMKM.
Selain itu, kegiatan ini
juga menjadi ajang interaksi edukatif antara mahasiswa dan masyarakat desa.
Dosen pembimbing, Ricka Hidayati Chaniago, S.Ak., M.Ak., menilai kegiatan ini
penting karena mahasiswa dapat menerapkan ilmu akuntansi secara langsung di
lapangan.
“Kegiatan ini bukan hanya
bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi pengalaman nyata bagi mahasiswa
untuk mengaplikasikan teori akuntansi dalam konteks sosial,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa
berharap agar pelaku UMKM Desa Purut
terus menerapkan kebiasaan pencatatan persediaan yang tertib dan efisien.Tim
PKM juga berencana melakukan pendampingan lanjutan secara daring melalui grup
komunikasi untuk membantu peserta yang ingin mulai menerapkan sistem FIFO di
usahanya.
“Kami ingin
mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga berperan langsung
membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha
secara profesional,” tambah Retno.
Sosialisasi penerapan
metode FIFO di Desa Purut menjadi bukti nyata bahwa penerapan ilmu akuntansi
sederhana dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil.
Dengan manajemen stok yang
tertib, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan efisiensi, menghindari
pemborosan, dan mengelola keuangan dengan lebih baik.




